fbpx

Muncul Garis di Leher? Jangan Panik, Berikut Mengatasinya

Selain wajah, leher juga merupakan bagian tubuh paling atas dan terdepan sehingga mudah terlihat. Oleh karena itu, kita sangat perlu memperhatikan kondisi leher juga. Sayangnya, tanda-tanda penuaan seperti garis di leher dapat muncul yang akan mengurangi penampilan kita secara keseluruhan.

Garis di leher merupakan salah satu bentuk kerutan yang terjadi di area leher. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dan memiliki kesamaan dengan garis kerutan yang muncul pada area lainnya seperti mulut, mata, tangan, dan dahi.

Setidaknya ada 5 faktor risiko munculnya garis di leher :

1. Usia

Kemunculan garis di leher dapat disebabkan oleh usia yang semakin menua. Semakin bertambahnya usia, makin berkurang pula tingkat kelenturan dan kelembaban kulit. Hal itu diikuti dengan berkurangnya jaringan lemak pada lapisan kulit. Keseluruhan proses ini yang berkontribusi menimbulkan masalah keriput serta garis di leher.

2. Paparan Sinar Matahari

Kulit yang terpapar sinar matahari secara langsung dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan kolagen dan elastin di lapisan kulit leher. Hal ini bisa mengakibatkan kulit menjadi kehilangan kelenturannya.

3. Paparan Asap Polusi dan Rokok

Selain karena faktor usia dan paparan sinar matahari, leher bergaris juga dapat disebabkan oleh paparan radikal bebas seperti asap polusi dan asap rokok. Paparan akan asap tersebut juga dapat berkontribusi munculnya garis di leher. Hal ini dikarenakan baik asap polusi maupun asap rokok akan memperlambat pembentukan kolagen baru di kulit.

4. Gerakan Berulang

Seringnya melakukan gerakan secara berulang juga dapat menjadi penyebab munculnya leher bergaris. Kebiasaan sering menekuk leher atau memiringkan kepala ke kanan atau ke kiri secara berulang dapat memicu terbentuknya garis di leher.

5. Genetik

Selain hal-hal di atas, kemunculan garis di leher juga bisa disebabkan karena faktor genetik atau keturunan dari orang tua. Faktor genetik ini mempengaruhi banyaknya jumlah jaringan kolagen maupun elastin pada kulit leher kita.

 

Namun jangan khawatir, walaupun garis di leher dapat dipengaruhi oleh banyak hal, namun hal ini dapat diatasi sedini mungkin, seperti :

1. Cukup Konsumsi Air Putih

Perbanyak minum air putih setidaknya 8 gelas per hari untuk menjaga kesehatan kulit. Dengan cukup minum, tubuh akan terhidrasi dengan baik sehingga kulit akan terjaga kelembapannya. Karena saat kondisi dehidrasi, kulit akan menjadi kering dan lebih rentan rusak.

2. Perhatikan Posisi Leher Terutama Saat Sedang Menelpon

Saat menelepon menggunakan handphone, kebiasaan menjepitnya dengan kepala dan bahu dapat menyebabkan kerut dan garis pada leher. Untuk meminimalisir gerakan menjepit handphone ini, ada baiknya Kamu menggunakan earphone saat sedang menelepon.

3. Konsumsi Vitamin

Konsumsi vitamin A dan vitamin C efektif untuk mengurangi kemunculan leher bergaris. Ini dikarenakan Vitamin A berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan produksi kolagen, sementara vitamin C berfungsi untuk mempercepat produksi kolagen.

Kedua vitamin ini mudah untuk didapatkan melalui makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Vitamin A terkandung dalam ikan, susu, tomat, wortel, sayuran berdaun hijau, dan mangga. Sementara itu, beberapa makanan yang mengandung vitamin C antara lain adalah jeruk, stroberi, kentang, dan brokoli.

4. Mengaplikasikan Sunscreen

Penggunaan sunscreen merupakan hal yang sangat diharuskan agar kulit tidak mudah rusak, termasuk mencegah kemunculan garis di leher akibat paparan sinar matahari. Kamu dapat mengoleskan sunscreen minimal SPF 30 ke leher setiap hari jika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Jangan lupa untuk mengoleskan kembali sunscreen setidaknya setiap 2⎼3 jam.

5. Hindari Merokok

Kebiasaan merokok dapat merusak kulit leher Kita. Hal itu dikarenakan rokok mengandung senyawa bernama nikotin yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga asupan oksigen untuk kulit berkurang.

Selain itu, terpapar asap rokok secara terus menerus dapat merusak kolagen pada kulit dan menjadikannya lebih mudah keriput. Dengan menghindari rokok, kulit akan menjadi lebih sehat.

6. Gunakan pelembap Dengan Kandungan Asam Hialuronat

Mencegah garis di leher juga bisa dilakukan dengan menggunakan pelembap yang mengandung asam hialuronat atau hyaluronic acid. Asam hialuronat berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit agar tetap terhidrasi dengan baik.

Untuk penggunaan pelembap atau serum dengan kandungan asam hialuronat idealnya dioleskan ke kulit sebanyak 2x sehari setelah mencuci muka dan menggunakan rangkaian skincare. Jika masih dirasa kurang lembap, kamu bisa mencoba melakukan rangkaian treatment yang bertujuan untuk memasukkan hyaluronic acid ke bawah lapisan kulitmu seperti treatment Hydro Boost (link) atau Crystal Skin Injection (link) Lumious Beauty House.

7. Menggunakan Retinoid

Selain menggunakan pelembab yang mengandung asam hialuronat, kamu juga bisa menggunakan skincare yang tergolong dalam kelompok retinoid. Retinoid berfungsi untuk meningkatkan produksi elastin dan kolagen yang menimbulkan efek kenyal di kulit sehingga mampu mengurangi munculnya leher bergaris.

Penggunaan skincare golongan retinoid ini dilakukan dengan cara mengoleskannya ke kulit dalam jumlah yang sedikit. Pasalnya, penggunaan secara berlebihan akan mengakibatkan kulit menjadi kering hingga mengelupas.

Bagi para pemula, penggunaan retinoid sebaiknya dioleskan secara tipis di wajah 1x dalam 1 minggu sebagai langkah awal agar kulit dapat beradaptasi terlebih dahulu. Setelah kulit lebih dapat beradaptasi, penggunaannya dapat ditingkatkan menjadi 2–3x dalam 1 minggu.

Apabila kondisi garis leher sudah cukup banyak dan dalam, tidak ada salahnya untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar dapat mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhanmu ya

Semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top